Sahabat ku.. kemana kau pergi?
Sunggguh, aku akan mencurahkan semua isi hati ku saat kau tak ada dengan kami.. (ra ndin va be)
Untukmu, JV.. aku sungguh kehilangan sosok dirimu. Aku merasakan ada sesuatu yang kurang saat kami bercakap tanpa dirimu. Kami selalu mencoba dan mencoba mencari apa penyebab semua ini terjadi dan apa yang seharusnya kami lakukan..
Biasanya, kau yang memberi kami ide, kau yang memberi kami semangat, kau yang memberi kami canda, kau yang member kami pelajaran yang berguna, dan akan tampak sangat aneh saat dirimu tak bersama kami. Biasanya kau ke kelasku dan mendekati ku dan teman sebangku ku, bercerita, dan terkadang main ke atas menemui 2 sahabat kita, dan disitu terkadang kita tertawa, menangis, ataupun perasaan lain yang muncul saat kita bersama. Tetapi.. kau ke kelas ku untuk menemui orang lain dan sama sekali tidak menyapa ku maupun teman sebangku ku. Kau tau? Ternyata rasa cemburu terhadap sahabat lebih menyakitkan dan pilu daripada terhadap siapa pun. Kau menemui dirinya, dan tertawa dengannya, dan bercakap dengannya, jujur.. aku sangat cemburu. Memang itu hak mu, tapi, sebagai teman yang biasa kau curahkan isi hatimu, yang biasa kau ajak tertawa, aku sangat sakit melihat sikap mu yang seperti itu. Apa kau sudah bosan dengan kami? Apa kau sudah tidak ingin berteman lagi dengan kami? Apa salah kami? Apa kau tidak percaya lagi dengan kami? Apa kau benci dengan kami? Apa kau takut pendapatmu kami tolak? Atau kau takut apabila mimpi mimpi mu kami hancurkan? Apa kau takut kami mengatur hidup mu? Apa kau takut kami tak mendukung yang kau pilih?
Kami menanyakan itu semua karena kau berkelakuan beda dengan kami. Sedang dengan dirinya dan yang lain.. kau biasa saja. Bentak kami bila kami memang menyakitkan mu agar kau lega. Kenapa harus bersikap seperti itu dengan kami? Bila memang kau tak ingin menceritakan sesuatu, itu tak apa. Kami tidak akan pernah memaksamu karena itu hak mu. Tetapi, kau tetap seperti biasanya saja dan jangan malah menjauh dari kami. Selalu kau katakana kami tidak bersalah atas perubahan sikap mu, tapi dengan cara beginikah kau merubah sikap mu pada kami agar kau membuktikan kami tidak bersalah? Justru kami sangat merasa bersalah tidak dapat mengertimu dengan baik.
Kami takut ada perubahan drastis pada dirimu yang membuat kami tidak bisa bercanda lepas denganmu. Kami merasakan ngilu saat kami membicarakan sesuatu dan kemudian menyangkut dirimu, mengucap namamu, kami sangat kehilangan dirimu sobat.. :’(
Kami berusaha dan terus berusaha agar dapat berbicara denganmu, tapi bila memang engkau sedang ingin diam, tak apa.. tapi jangan jauhi kami seperti ini. Apakah kami bukan teman yang baik? Atau Kami teman yang menjerumuskan? Maafkan kami bila pertanyaan tersebut kau jawab iya. :’(
Kau selalu kami tunggu.. kehadiranmu kami nanti nanti.. sobat, aku benar” menangis.. :’(

Komentar

  1. -sorry, 6 mistakes still
    -mind the wrong spelling
    -correct and post them under
    -report to mrt when finished


    mrt

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

EXPLANATION TEXT

you are the apple of my eye

DISCUSSION TEXT