LEBARAN TAUN KEMAREN di KAMPUNG HALAMAN TERCINTA :D
Ini harusnya posting taun kemaren, tapi sekarang juga gak
papa. Mau Ramadhan ini.hehe
Alhamdulillah hari kemenangan telah tiba. Setelah ku lewati
puasa di bulan ramadhan yang pasti akan sangat ku rindukan itu, aku lebaran di
Temanggung. Walaupun aku tidak mengikuti shalat ied (padahal nyesel banget gak
bisa ikut shalat *beler), aku tetap merasakan hari kemenangan itu tiba. Karena
aku tidak shalat, aku mandinya terakhir. Setelah itu aku pake baju baru ^^
*pamer -__-
Semua telah berkumpul dan para orang tua duduk di kursi
dengan berjejeran. Sebagai anak – anak yang berbakti pada orang tua, patuh dan
bersahaja, tak pernah mundur untuk berperang (malah apa..).. next.
Aku sungkem pertama sama papa ku tercinta, kemudian bude –
bude dan om – om. Eyang uti ku sudah berlebaran sebelum aku, lagipula lebaran
yang hari Rabu hanya di kediaman keluarga papa. Jadi aku sudah sungkem sama
eyang uti terlebih dahulu. Setelah itu, aku ujung ke desa njanti, kudus, kumpulan
keluarga besar khon, malemnya ke parakan.
Dari njanti, di lek li. Kau tau? Disana kita seneng banget
soalnya makanannya “anak – anak”. Ada coklat rocker yang bulat dan bungkusnya
berwarna emas, kamu pasti tau. Kita masukin juga ke dalam tas.. hihihihi *ketawa
iblis. Next.. kita ke Lek Som, dan sewajarnya orang ujung lah. Kita ke Kudus,
wuihh.. senengnya di sana ada yuppi edisi lebaran. Bentuk yuppinya lucu – lucu
(ndeso). Kemudian saat kumpul keluarga besar khon di Mujahidin, kami agak
terlambat sehingga hanya mendapat tempat di bagian belakang. Syuut.. mata ku
terpaku saat melihat bakso. Kalo kalian tau, aku selama bulan ramadhan gak
makan bakso, dan aku merindukan bakso ^w^. Akhirnya acara makan, dan yang
langsung ku ambil adalah bakso yang ternyata ada ketupatnya itu. Terang aja,
aku langsung kekenyangan gak bisa gerak -__-. Dan kami pulang, aku langsung
kayak ayam siap sembelih *sekarat glonggongan. Tidur ~ zzzz….
Sore, bangun tidur ku terus maandi, dan airnya dingin
sekali. Ganti pakaian dan ujung ke parakan. Yap, ternyata setelah mengetahui
keluarga besar papa, aku sangat merasa malu. Kenapa? Karena ternyata keluarga
besar papa orang priyayi sedangkan aku punya kelakuan yang bisa dibilang kurang
ajar. Dan karena tersadar, semoga idul fitri ini benar – benar mengembalikan ku
ke fitri, suci dan baru lagi. Amiin..
Sebenernya banyak kejadian lucu. Yang si Asa pup
di saat kumpulan keluarga besar khon, padahal kamar mandinya cuman 1 terus
banyak yang antri pula. Terus di tempat lek li, Asa PD menjelajahi rumah tanpa
permisi *pemerkosaan ruangan -__-. Tapi ini aja ya yang aku certain. Ternyata
jari – jari ku udah gak bisa diajak kompromi, hehe.
Komentar
Posting Komentar