Usaha dan Doa Tidak Pernah Memungkiri Hasil
Yap, lama banget gak ngepost di blog. Sejujurnya pengen banget setiap saat bisa berbagi, namun apa daya waktu dan kondisi tak sampai.
Disini aku mau sharing tentang betapa berharganya waktu yang kita jalani. Betapa usaha dan doa harus selalu ada mengiringi perjalanan hidup kita. Memang tak sehebat yang kalian kira, tak se 'waw' yang kalian alami. Aku hanya ingin berbagi di Hari Perempuan Internasional ini, itu saja.
Kini ku berusia 2* (gaes, jangan fikir bintang itu adalah angka 5 ke atas.haha). Sudah semestinya ku capai semua mimpi yang pernah ku impikan. Alhamdulillah gelar S.Pd sudah ku dapat, dan itu merupakan suatu tanggungan yang cukup berat untukku. Aku harus mengabdi pada Ibu Pertiwi yang sudah menerimaku sejak lahir hingga kini. Maka dari itu, salah satu mimpiku adalah membuat lembaga basis pendidikan murah bahkan kalo bisa gratis untuk anak-anak di Indonesia. Tapi tunggu, sebelum jauh kesana, perjuanganku untuk menggapai mimpi itu penuh dengan berbagai rasa..
Moment skripsi 2016~
Itu adalah momen dimana aku sangat mengahargai waktu. Tak pernah sehari pun skripsi luput dari genggaman. Mata yang terus menatap kata-kata, tangan yang terus bergerak, badan yang hampir terabaikan, bahkan kondisi lambung -_-. Asal kalian tahu, sahabat skripsi jaman sekarang adalah laptop, dan aku tidak bersahabat dengannya (karna gak punya). Flashdisk lah modal utamaku dibarengi laptop hasil pinjaman yang kadang harus mengalah karena bergilir (asli serius aku gak bohong. Terimakasih untuk kalian yang mengijinkanku meminjam laptop T.T). Hari demi hari, tahap demi tahap proses skripsi ku lalui. Sampai di hari aku harus test TOAFL (semacam TOEFL tapi bahasa arab), aku sempet nanya temen sekamar kos
Aku : "Ini enaknya laptop ditinggal gak ya?"
Temen : "Udah tinggal aja, nanti kan kita abis tes langsung balik."
Ok, laptop aku tinggal di kolong meja TV. Akhirnya ku langkahkan kaki menuju kampus.
Dan 'Breeesss' hujan turun lebat waktu aku udah selesai TOAFL. Yaudah lah ya gak bisa balik kos karena gak bawa mantel. Akhirnya kami memutuskan untuk singgah sejenak di kos temanku yang lain karena dekat dengan kampus. Ada 4 sekawan lagi dalam satu kamar (cewek semua yaa). Kami betah banget di dalem kamar sampe maghrib. Dan aku bersama dua temanku beranjak pulang ke kos awal mau nyelesaiin skripsi. Sampe di kos, aku agak santai karena udah selesai. Sedangkan dua temanku sibuk berkutat dengan laptopnya. Entah apa yang aku pikirkan saat itu, aku sama sekali gak ada niat buat pegang laptop. Tertidur.. malam yang lenggang. Pagi pun tiba, aku lansung beres-beres kamar. Disitulah muncul pertanyaan dalam benak "Lapotop dimana ya?"
Laptop pinjaman itu, lenyap.. DELL entah seri apa tapi itu baru tahun kemarin. Gak panik, gak nangis, gak kebingungan, hanya duduk.. Duduk terdiam seribu bahasa dan tanya, terdiam penuh dengan pukulan dari segala sisi, terdiam seakan lutut tak kuat berdiri. Apalagi yang bisa ku lakukan saat ini ketika laptop itu hilang. Akhirnya ku telfon si pemilik laptop dan kami pun berangkat mencari tahu keberadaan laptop dengan bertanya melalui beberapa orang pintar (bukan musyrik, tapi ya itu keyakinan masing-masing). Namun Tuhan belum memberi jawaban atas segala do'a. Akhirnya ku putuskan untuk mengambil cicilan demi mengganti laptop teman yan ghilang. Bismillah.. niat ku hanya bertanggung jawab karena hanya tak ingin urusan ini semakin berkepanjangan dan mengganggu skripsiku. Main lah flashdiskku ke laptop siapa pun. Pada akhirnya ku sidang jugaa..
Moment sidang 2016~
Sidang dengan nama lain "Munaqosah". Hari dimana aku sidang sangat biasa buatku. Yang beda hanya aku merasa sedikit lega karena usaha ku buat ngerjain skripsi butuh pengorbanan dari berbagai lini dimensi hidupku. Otak, hati, fisik, finansial, udah gak kehitung gimana lebamnya, tapi bukan itu yang penting..pembelajaran dari semua penyebab lebam itu lah yang harus ku olah.
Selesai sidang, ku lanjutkan dengan revisi. Sedikit menyita laptop temenku sebentar.haha
Dalam waktu 6 hari ku harus selesai yudisium dan yap, ku selesaikan tepat waktu alhamdulillah.
Jangan lupa kalo aku harus membayar cicilan setiap bulan. Karena aku bukan tipe yang suka nempel sama orang tua masalah finansial, apalagi ini masalahku sama temen, ku putuskan untuk kerja part time sembari nunggu wisuda..
Moment Kerja di Cafe 2017~
Iya, aku kerja udah tahun baru. Momen tahun baruku hangat. Bersama 4 sekawan dan satu laki-laki milik salah satu dari 4 sekawan, bakar ayam dan apa pun yang bisa dibakar (wkwk), bermain terompet ketika detik-detik tahun berganti. Yap, begitu sederhana memang namun damai :)
Waitress, mungkin bagi kalian yang udah punya bisnis atau pekerjaan dengan jabatan yang lebih tinggi akan menganggap waitress semacam babu. Aku gak memungkiri kerja waitress memang macam babu, namanya juga pelayan. Tapi aku mencoba menikmati pekerjaan paruh waktu itu. Lelah, pengalaman baru, teman baru, sedih, bahagia, semua ku rasakan selama bekerja. Aku mengendarai sepeda dari kos menuju cafe itu.
Ya bisa dibilang setengah jam jika ku kayuh dengan santai. Keringat keberangkatan dan kepulangan, adalah teman perjuangan. Jam kerjaku 11.00-19.00 dan 16.00-00.00. Dengan bersepeda tengah malam sepulang bekerja, dapat ku temui beberapa orang yang berjuang untuk kehidupan hari berikutnya. Mungkin menurut kalian ngapain banget ya, tapi buatku ini lah jalan hidup yang harus ku jalani. Dua bulan aku bekerja dengan penuh ini itu. Cicilan tetap berjalan dengan lancar. Emang duit gak kerasa di tangan. Baru aja dipegang langsung kepegang orang lain (_ _")
Ini my bike my adventure
Tanggal 28 Februari 2017 ku wisuda. Februari adalah bulan terakhir ku bekerja di cafe karena Maret ku ingin ke Pare.
Momen wisuda 2017~
Malem sebelum hari H, aku dan ke 4 teman laki-laki (ya, aku emang perempuan sendiri tapi aman gaes), kami ke kopi merapi karena salah satu dari 4 laki-laki ini baru saja melewati sidang skripsi. Refreshing tepatnya, ngopi di tempat yang jauh dari keramaian. Lega, bisa berkumpul bercerita dan tertawa kembali. Merasa sangat senang di dalam sanubari (jiaah).
Pagi hari ku wisuda. Asli ngantuk. Gak ada yang bisa dateng ke wisuda, dan itu membuatku semakin "Ngapain aku wisuda." Bener-bener cuman perayaan yang sekian jam habis itu udah.....
Seneng karena teman-teman memberiku ini itu, doa hadiah bunga dan ucapan. Terimakasih teman-temaaan (^ ^). Lagi fotoan kan ya ceritanya biar mengenang, layar hp nyala dengan nomor asing. Ternyata telfon dari sebuah lembaga pendidikan swasta Jogja yang memberiku konfirmasi untuk mengikuti test esok hari. Aku sempet masukin lamaran di lembaga pendidikan itu gaes, tapi lama gak ada konfirmasi aku ya gak menyesali cukup "Mungkin belum rejeki.". Tuhan Maha Segalanya, terharu, senang, campur aduk ku mendapat telefon dari lembaga pendidikan tersebut. Namun ada satu kegundahan. Aku udah bayar buat persiapan TOEFL ke Pare untuk Maret dan aku harus kerja di lembaga tersebut. Eng ing eng.. satu yang ku pertahankan. Tuhan memiliki jawaban atas segala kegundahan manusia..
Moment Maret 2017~
Setelah seleksi, pasrah.. ya karena aku sudah berusaha dan berdoa. Aku yakin Tuhan kan berikan yang terbaik. Tiba dimana hari pengumuman, 1 SMS baru di inbox hp. Itu SMS dari lembaga tersebut. Aku dinyatakan LOLOS. Alhamdulillah.. dan pare ternyata bisa di reschedule. Dan lembaga mengizinkanku untuk ke Pare bulan Mei. Alhamdulillah sekali lagi.. semakin ku harus bersyukur atas segalanya.
Dan kini ku jalani hari-hari di lembaga pendidikan ini. Bukan berapa dan banyaknya upah yang akan ku dapat. Aku belajar, berkahNya lah yang harus ku cari..
Ya itu lah secuplik kisah yang ingin aku bagi. Sebenernya itu gak detail, tapi aku juga udah gak ada waktu lama bersama keyboard serta LCD komputer jadi mumpung ya aku akhiri dulu. Semoga besok aku bisa nulis lagi selama masih diberi kesempatan :)
Gaes.. apa yang menurutmu udah maksimal itu belum tentu maksimal, Tuhan masih ingin mengujimu lebih dan lebih agar kamu tahu jalan kembali dan bagaimana caranya bersyukur..
Jatuh? Kamu punya sejuta alasan untuk berdiri lagi. Kamu punya miliaran cara buat bangkit lagi. Aku pun gak nyangka bakal kayak gini perjalanan hidupku. Dan aku akan terus berjuang untuk meggapai mimpi yang ku impikan, doanya gaes :)
USAHA DAN DOA TIDAK PERNAH MEMUNGKIRI HASIL, PERCAYALAH
Komentar
Posting Komentar