SYUBHAT KETUJUH : MODE DAN BUKAN HIJAB
Sebagian wanita muslimah yang tidak
berhijab, mengulang-ulang syubhat yang intinya, tidak ada yang disebut hijab
secara hakiki, sekedar mode. Maka, jika itu hanya mode, kenapa harus
dipaksakan untuk mengenakannya?
Mereka lalu menyebutkan beberapa
kenyataan serta penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian ukhti
ber-hijab yang pernah mereka saksikan.
Sebelum membantah syubhat ini, kami
perlu mengetengahkan, ada enam macam alasan yang karenanya seorang ukhti
mengenakan hijab.
Pertama, ia ber-hijab untuk menutupi sebagian cacat tubuh yang
dideritanya.
Kedua, ia ber-hijab untuk bisa mendapatkan jodoh. Sebab sebagian besar
pemuda, yang taat menjalankan syari'at agama atau tidak, selalu mengutamakan
wanita yang berhijab.
Ketiga, ia ber-hijab untuk mengelabui orang lain bahwa dirinya orang
baik-baik.
Padahal, sebenarnya ia suka
melanggar syariat Allah. Dengan ber-hijab, maka keluarganya akan percaya
terhadap kesalihannya, orang tidak ragu-ragu tentangnya.
Akhirnya, dia bisa bebas ke luar
rumah kapan dan ke mana dia suka, dan tidak akan ada seorang pun yang
menghalanginya.
Keempat, ia memakai hijab untuk mengikuti mode, hal ini lazim disebut
dengan "hijab ala Prancis". Mode itu biasanya menampakkan sebagian
jalinan rambutnya,memperlihatkan bagian atas dadanya, memakai rok hingga
pertengahan betis,memperlihatkan lekuk tubuhnya. Terkadang memakai kain yang
tipis sekali sehingga tampak jelas warna kulitnya, kadang-kadang juga memakai
celana panjang. Untuk melengkapi mode tersebut, ia memoles wajahnya dengan
berbagaimacam make up, juga menyemprotkan parfum, sehingga menebar bau harum
pada setiap orang yang dilaluinya.
Dia menolak syariat Allah, yakni
perintah mengenakan hijab. Selanjutnya lebih mengutamakan mode-mode buatan
manusia. Seperti Christian Dior, Valentine, SanLauren, Canal, Cartier dan merek
dari nama-nama orang-orang kafir lainnya.
Kelima, ia ber-hijab karena paksaan
darikedua orang tuanya yang mendidiknya secara keras di bidang agama, atau
karena melihat keluarganya semua ber-hijab, sehingga ia terpaksa
menggunakannya, padahal dalam hatinya ia tidak suka. Jika tidak mengenakan,ia
takut akan mendapat teror dan hardikan dari keluarganya.
Golongan wanita seperti ini, jika
tidak melihat ada orang yang mengawasinya, serta merta ia akan melepas
hijabnya, sebab ia tidak percaya dan belum mantap dengan hijab.
Keenam, ia mengenakan hijab karena
mengikuti aturan-aturan syari'at. Ia percaya bahwa hijab adalah wajib, sehingga
ia takut melepaskannya.Ia berhijab hanya karena mengharapkan ridha Allah, tidak
karena makhluk. Wanita ber-hijab jenis ini, akan selalu memperhatikan
ketentuan-ketentuan ber-hijab, di antaranya:
1) Hijab itu longgar, sehingga
tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh.
2) Tebal, hingga tidak kelihatan
sedikit pun bagian tubuhnya.
3) Tidak memakai wangi-wangian.
4) Tidak meniru mode pakaian
wanita-wanita kafir, sehingga wanita-wanita muslimah memiliki identitas pakaian
yang dikenal.
5) Tidak memilih wama kain yang
kontras (menyala), sehingga menjadi pusat perhatian orang.
6) Hendaknya menutupi seluruh
tubuh, selain wajah dan kedua telapak tangan, menurut suatu pendapat, atau
menutupi seluruh tubuh dan yang tampak hanya mata, menurut pendapat yang lain.
7) Hendaknya tidak menyerupai
pakaian laki-laki, sebab hal tersebut dilarang oleh syara'.
8) Tidak memakai pakaian yang
sedang menjadi mode dengan tujuan pamer misalnya,sehingga ia terjerumus kepada
sifat membanggakan diri yang dilarang agama.
Selain ber-hijab yang disebutkan
terakhir (nomor enam), maka alasan-alasan mengenakan hijab adalah keliru dan
bukan karena mengharap ridha Allah. Ini bukan berarti, tidak ada orang yang
menginginkan ridha Allah dalam ber-hijab.
Ber-hijablah sesuai dengan
batas-batas yang ditentukan syari'at,
sehingga anda termasuk dalam
golongan wanita yang ber-hijab karena
mencari ridha Allah dan takut akan
murkaNya.
e-book
Komentar
Posting Komentar